profil saya

pati, jawa tengah, Indonesia
ini adalah web saya,jika temen2 pnya bisnis yg menarik dan yg pasti gratis dan menguntungkan bs sms 085640346439 lewat YM:adzim.muhammad email: adzimm@ipal.com senag sekali rasanya bisa sharing2 dg tmn2 smua.yg mau pasang banner juga bisa,tentang harga bisa di nego lah.... oke selamat beraktifitas

Kamis, 24 Februari 2011

[New post] Ada 'Gayus' di Iklan Terbaru Djarum 76 ?

Ada 'Gayus' di Iklan Terbaru Djarum 76 ?

Ada 'Gayus' di Iklan Terbaru Djarum 76 ?

Bukan iklan rokok kalau nggak kreatif. Begitupula dengan iklan kreatif rokok Djarum 76 di atas. Tak hanya kreatif, iklan Djarum 76 itu juga secara tersirat mengkritik keras praktik-praktik Korupsi, Suap, Sogok, dan budaya KKN lainnya di instansi-instansi pemerintahan namun dengan cara yang kocak, lucu, dan unik. Apalagi iklan itu menampilkan sosok 'Gayus'.

Iklan yang mempopulerkan jargon 'Yang penting Hepi...' itu diawali dengan adanya seorang warga yang datang mengurus admnistrasi di kantor instansi (Pajak, karena ada sosok mirip Gayus-nya). Seorang warga itu selanjutnya digambarkan tengah menghadap petugas mirip Gayus. Dengan kode dan isyarat jari, sosok mirip Gayus itu pun digambarkan meminta uang sogokan atau pungli (pungutan liar). Melihat tindakan sosok mirip Gayus itu, si warga pun mengumpat, " CUK, DASAR RAMPOK!!" umpatnya dengan muka diliputi ekspresi geram.

Si warga kemudian berjalan keluar meninggalkan kantor. Saat berjalan, ia kemudian tersandung Poci. Tak dinyana poci itu berisi Jin Jawa yang siap mengabulkan SATU permintaan dari orang yang membebaskannya (si warga).

"Kuberi satu permintaan. Monggo..." ucap si Jin poci dengan logat Jawa kental serta pakaian adat khas Jawa.

"Mau korupsi, pungli, sogokan ilaaaang dari muka bumi. Isoh Jin (bisa nggak)?" jawab si warga dengan nada mantap masih menyisakan guratan kegeraman.

Sambil mengelus dada dan pasang muka sok bijak, si Jin pun menjawab, "Bisa diatur..." kata si Jin poci. Namun ia menambahkan kalimatnya.

"Wani piro (terj: berani bayar berapa?)?"tambah si Jin poci dengan nada senyum dan ekspresi mengejek. Baca tulisan ini lebih lanjut

Komentari tulisan ini


Trouble clicking? Copy and paste this URL into your browser: http://subscribe.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

arsip blog